Widodo, Dokter Mesin
Mas Dodo. Itulah panggilan akrab lelaki kelahiran Lampung 32 tahun silam. Mas Dodo telah menjadi warga Jogjakarta sejak tahun 1994. Bersama istrinya Husnul Khotimah dan putri mungilnya Aulia yang masih berumur 18 bulan, ia bermukim di salah satu rumah kontrakan di daerah Soropadan.
Setelah menyelesaikan studinya di salah satu STM Lampung, Mas Dodo hijrah ke Jogja untuk membantu salah satu saudaranya menggeluti dunia otomotif yang sebenarnya. Setelah sekian lama bergelut dengan oli, obeng, dan dunia permesinan roda dua, pada tahun 2002 mas Dodo bergabung dengan salah satu perusahaan otomotif terkemuka asal Jepang. Karirnya dimulai dari seorang mekanik yang hanya dibayar per jam, hingga akhirnya menjabat sebagai supervisor di sebuah main dealer di Jogjakarta. Pada tahun 2007, Mas Dodo memutuskan untuk resign dari perusahaan otomotif ternama itu dikarenakan alasan ekonomi dan beberapa alasan pribadi lainnya. Beberapa saat setelah resign, ia berhasil mewujudnya impian untuk memiliki sebuah bengkel yang dikelola sendiri bersama rekan-rekannya. Bengkel sederhana yang terletak di Jalan Affandi (Gejayan) ini terus berkembang hingga kini, dan telah memiliki pelanggan tetap, mulai dari warga sekitar hingga mahasiswa-mahasiswa yang gemar otomotif.
Selama kurang lebih satu tahun mengelola bengkelnya sendiri, Mas Dodo banyak merasakan suka dan duka selama menjadi seorang mekanik. Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan jika berhasil ‘mendandani’ motor seseorang. “Bak seorang dokter yang berhasil menyembuhkan penyakit pasiennya”, itulah perumpamaan kepuasan yang ia rasakan. Akan tetapi Mas Dodo masih merasakan kekecewaan dan keprihatinan terhadap profesi yang ditekuninya. Ia merasa profesi ini masih kurang dihargai di mata masyarakat dan di mata pemerintah. Penghargaan yang diterima tidak sebanding dengan pikiran dan kerja keras yang telah dilakukan. Dan juga masih banyak pihak-pihak yang bersaing secara tidak sehat.
Mas Dodo mengharapkan adanya suatu organisasi atau paguyuban yang menaungi profesi seorang mekanik, khususnya di Jogja. Beberapa permasalahan di dunia profesi mekanik dirasa perlu suatu media untuk menengahi maupun menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Selain itu Mas Dodo juga sangat mengharapkan pemuda-pemudi yang sangat menyukai dunia otomotif untuk menyalurkan hobi otomotifnya di jalur yang benar. Tidak melakukan balapan liar ataupun mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan.
—oleh Yusdi
14 komentar
antobilang
29 October 2008
Wah, besok motorku aku benerin ke Mas Dodo ah, sambil bawa print2an web ini
yusdi
29 October 2008
horeee dah di publish….motorku yang keren itu juga “didandanin” sama dia lo….heheheh
@antobilang, monggo, jangan lupa print2annya dibawa
lelakilampung
30 October 2008
aku mau wawancara mahasiswa teknologi pertanian dari lampung bisa?
admin
30 October 2008
aku juga mau wawancara mahasiswa ilmu komputer dari lampung.
admin
30 October 2008
*injek2 admin palsu yang tolol ga bisa ganti username di edit komentar*
yusdi
30 October 2008
iki sopo to admine?
adminbayangan
30 October 2008
admin nya pelit,. gua gak dikasih account
*cih*
prihanda
30 October 2008
wah..motorku dah kangen dipegang mas dodo nih..
udah ga enak..hehe
bakulsempak
30 October 2008
mas dodo dokter ya. .Motorku gmana ya supaya bisa melahirkan
Siswa
4 November 2008
Thanks ya om DODO atas perbaikan motornya.
skarang motorku lebih nyaman di pake jalan.
ttd
Siswa panjang Hernosa., Fs
Siswa
4 November 2008
Thanks ya om DODO atas perbaikan motornya.
skarang motorku lebih nyaman dibuat jalan.
ttd (siswa Panjang Hernosa., SP)
Adhi
6 November 2008
Salam buat Mas Dodo, sukes selalu & tambah banyak customernya. Wass, Adhi – diJakarta







senafal
29 October 2008
nice..saya Lampung jg,om..