Sumadi Lukman Anwar, Temanggung-Jogja-Amsterdam
Putra penjual sayur di pasar tradisional Temanggung yang biasa dipanggil Mas Lukman (28 tahun) ini tinggal di Amsterdam, Belanda sejak Agustus 2007 silam untuk melanjutkan studi di program Master of Oncology, Vrije Universiteit Amsterdam dengan beasiswa Huygens dari Pemerintah Belanda. Sebelum ke Belanda, pria yang mengaku masih jomblo ini menjadi bagian dari Yogyakarta selama lebih dari 10 tahun. Jalan-jalan berdebu dari Dusun Pogung, yang dipenuhi warung dan penjual makanan, mungkin tidak melupakan langkah kakinya yang gesit dan lincah saat berjalan dari pondokan ke Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gadjah Mada, tempat alumni SMAN 1 Yogyakarta ini meraih gelar dokter.
Kegiatan sehari-hari Mas Lukman saat ini adalah belajar, kuliah, dan penelitian. Beberapa waktu yang lalu sempat menggunakan waktu senggang di kala akhir pekan untuk bekerja sebagai pelayan di sebuah warung yang menjajakan masakan Indonesia. Hasil dari pekerjaan itu bisa dikatakan sangat lumayan, antara lain: laptop Sony VAIO dan kamera DSLR serta uang saku untuk keliling Eropa. Udara di Groningen, Delft, Maastricht, Den Haag, Rotterdam, Utrecht, Arnhem, Brussels, Antwerpen, Dinant, Luxemburg, Paris, Berlin, Hannover, Zurich, Basel, dan Luzern sudah pernah dihirupnya. Viena, Salzburg, Barcelona, Madrid, Roma, dan Venesia merupakan incaran berikutnya untuk liburan musim dingin yang akan datang.
Rekan-rekan Mas Lukman di Belanda mengenalnya sebagai sosok yang ringan tangan. Kompetensinya sebagai dokter sangat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang mempunyai keluhan kesehatan. Meskipun ingin meneruskan ke jenjang S3 dan juga memperoleh lisensi untuk praktek sebagai dokter di Belanda hingga karenanya rutin menempuh kursus Bahasa Belanda yang sudah sampai tingkat menengah, Mas Lukman tetap bercita-cita untuk pulang ke Indonesia dan mengabdi di negeri tercinta. Yogyakarta merupakan kota pilihan jika akan pulang ke Indonesia nantinya. Yogyakarta telah meninggalkan kesan mendalam di sanubari Mas Lukman sebagai kota yang menawarkan pendidikan bagus dan paling murah dibanding kota-kota lain, kota yang nyaman untuk ditinggali, kota yang tidak terlalu besar tapi hampir semua fasilitas publik tersedia, dan kota yang internetnya cepat dan murah.
Sebelum wawancara diakhiri karena Mas Lukman akan memasak untuk makan malam kami, Mas Lukman sempat menitipkan salam dan pesan bagi warga Yogya dengan aksennya yang khas Yogya dan mendayu, ” Bersyukurlah Anda pernah merasakan tinggal di Yogya.”
—oleh Enade
40 komentar
tutu
27 October 2008
maju terus kang Lukman
binsar
27 October 2008
waduh… hidup mas Lukman, kang Dokter hehehehe
hanny
27 October 2008
way to go!
zeviria
27 October 2008
aku juga single lho pak lukman
aku juga pengen jadi bu dokter
gimana klo nebeng pak lukman…
smile
27 October 2008
good job!!!
jogja jogja…ora ono matine…!!
senafal
28 October 2008
wah,bajunya sama dgn punya saya..semoga semangat itu juga sama..
dewiyani
28 October 2008
Emooonn… ternyata, kamu tenar sekali ya,hehe. sukses selalu ya
Salam hangat dari Jogja
Bayu
29 October 2008
Emooonnn…. hebat hebat
We’ll see ya within 10 more years, kamu pasti jadi orang besar dan huebat!
Ayo semangat! keep the spirit of Jogja!!
liayusma
29 October 2008
duuh emoon, huebat tenan euy, maju terus ya! wong temanggung tapi tetep demen jogja
hidup jogja!
Sepiring nasi lauk sayur tahu dan cerita tentang wajah jogja … « Laan van Kronenburg
29 October 2008
[...] satu teman yang dinanti kedatangannya adalah Mas Lukman, dokter pekerja keras yang ringan tangan. Sayang, beliau telepon pamit tidak bisa datang karena ada [...]
Alvin
29 October 2008
Hai Pak Lukman, hebat benar anda sudah jalan-jalan sampai kepelosok Eropa, sukses terus ya!
Ntar kalo pulang ke Indonesia khabar2 in
din_kartika
29 October 2008
Sukses ya..Lukman..
Surprise, ternyata kamu bisa masak.
honeyn_naja
29 October 2008
Wahhh… asyik…. oleh2 nya aja ya, Mon
ditunggu!
keliling europe, wannabe!kayak andrea hirata…
kapan yak?
Noviana N
29 October 2008
Wah…wah hebat juga yah
Aku masih tetep stay di jogja, jagain anak-anakku.Bagiku go abroad hanyalah sebuah mimpi karena berada di samping anak-anakku itu lebih dari luar biasa. Semoga anak-anakku kelak juga bisa sepertimu atau mungkin lebih dari itu…Amin
Sekarsunan
30 October 2008
Maan..salut padamu, sukses selalu. Tetep semangat studinya n jgn lupain yogya ya .CU
tiwi
30 October 2008
Bravo buat emon, hebat tenan, salut dech
Sukses ya mon
Timun
31 October 2008
and i thought i could never fall in love again …
salam kenal!
virgi
2 November 2008
what a life journey!! Wish I have one too. Salute.. mas Luqman. Btw, aku juga sedang mengembara dgn tujuan akhir Jogja. Hhhhmmm… the only one homy Jogja. Gimna apa mau balik jogja bareng? hehehe Salam kenal yak
Jodhy
3 November 2008
Wah! Muantaap!! Menginspirasiku untuk jadi pelayan warung makan di Belanda daripada nerusin residen! Wekekeke… VAIOoo… here i coomee..
Kapan mulih mas?
masbanu
4 November 2008
Sumadi Lukman Anwar. Hmmmm… kurang lebih 13 tahun sudah kita ndak pernah bertemu. Ternyata sudah melesat jauh menggapai semua impianmu. Belajarlah selagi engkau bisa, kerjakan selagi engkau mampu, dan beramalah selagi engkau hidup. Salam dari teman sekelasmu waktu masih di SMP 2 Temanggung.
Nb: Ditunggu undangan nikahnya. Walau (mungkin) ndak bisa datang, minimal doa bisa kukirimkan.
Kang Nur
5 November 2008
wah.. huebat.. salam untuk mas Dokter
zahlia
5 November 2008
Dari jauh keliatan spt Joko Anwar, apa masih sodaraan.. jenenge ono anwar2e
uul
6 November 2008
Weits.. ngaku-ngaku jomblo.. Ta’ laporin loh..
ester
6 November 2008
wah hebat banget!
Lukman kamu keren sekaleeee………….
Sukses ya!
mubs
9 November 2008
wahhh…salut buat bapak ini!!!
Bali meneh wae kang neng jogja, mangan sego kucing ne angkringan,
kkkk…kkkk
BN
10 November 2008
Profesor paling saru di lab kami hahahaha, aku wae nganti ketularan…opo meneh nek ono mas didik kae…..Melu mas dolan2e
Secangkir amareto dan akhir pekan yang “sempurna” … « Laan van Kronenburg
16 November 2008
[...] pekan sangat renyah dinikmati sendirian. Dimulai dari berkumpul di warung celebes (tempat dulu Mas Lukman bekerja) selepas dari lab dengan tidak sengaja ketemu segerombolan rekan-rekan sebangsa yang habis [...]
Ecko
15 December 2008
Yups, setuju sekali dengan ucapan di atas: beruntung sekali rasanya pernah tinggal di Jogja.
Saya sudah merasakan sendiri soalnya.
nofree
31 December 2008
Huehehe.. mantab lukman..piye kabare pak?
-koncomu smp,tapi bedo kelas
–> IIIB
wikan
12 January 2009
wis etok bule durung?
yenin
14 January 2009
weii temanggung,
hebat uy
lam kenal wong tmg juga
farid
21 February 2009
bener, enak tenan masakane…
aku wis ngrasakne kok…
hidup meneer…
arlita putri
23 February 2009
Mas Lukman,
U are inspiring lots of people with your journey..
seperti Laskar Pelangi..
Sukses ya..all the best:-)
Secangkir teh rosella dan hari libur … « Laan van Kronenburg
2 May 2009
[...] diambil semenea-mena dari facebook-nya Mas Lukman) “Tapi suatu saat ada aja fase dalam hidup di mana kita kecerdikan kita udah mentok dan [...]
nanang ariyanto
13 June 2009
waaaah, kok ngga pernah liat mas lukman ya di pogung. kosku juga di pogung loo. hehe.
salut buat mas lukman. makasih juga buat inspirasinya.







admin
27 October 2008
Hebat, kang.