Agus, Penjaja Surat Kabar
Sore menjelang hujan di ruas jalanan Malioboro itu membawa saya pada sosok sederhana dan murah senyum ini. Agus menghabiskan hampir sepanjang harinya di kawasan ini. Jika pagi datang, dia bergegas mengayuh sepedanya mengambil surat kabar di agen surat kabar. Jika tak cepat, dia bisa tidak kebagian jatah surat kabar. Segera setelah menerima jatah surat kabar dari agen, Agus lalu menjajakannya secara berkeliling di daerah Malioboro dan sekitarnya. Agus harus lincah menelusuri jalanan, memastikan belum ada penjaja koran lain yang melintasi rutenya. Karena jika terlambat, bisa dipastikan Agus akan kehilangan kesempatan rejekinya hari itu. Pria muda lulusan sebuah sekolah menengah atas di daerah Tirtonirmolo ini mengaku sedang menganggur. Beberapa bulan lalu dia memutuskan untuk keluar dari sebuah pabrik tempatnya bekerja.
Agus bukan jenis orang yang berserah diri pada keadaan. Untuk mengisi waktu menganggur sekaligus menunggu kesempatan kerja yang lebih baik, Agus tak hanya menjual surat kabar keliling. Jika cuaca sore cerah, Agus menggelar dagangannya di pasar sore Malioboro di depan benteng Vredeburg. Bersama pedagang emperan lainnya, dia berjuang menarik minat para pelancong yang meikmati Pasar Sore Malioboro melalui produk kacamata murah dan berbagai perlengkapan berkendara seperti slayer dan sarung tangan.







Komentar Terbaru