Pak Kliwon, Cleaning Service

Berpofesi sebagai petugas kebersihan sejak tahun 1983 bukanlah sesuatu hal yang mudah. Demikian yang dialami Kliwon, petugas kebersihan outsourcing kantor saya. Beliau sebelumnya sudah beberapa kali ditempatkan di kantor telekomunikasi dan perbankan sebagai petugas kebersihan kantor. Sejak setahun ini beliau ditempatkan di kantor saya.

Dengan keterbatasan fisik karena mengalami Neoplasia di kaki kanannya, Kliwon dituntut selalu giat bekerja untuk menafkahi seorang istri dan ketiga putrinya. Berangkat bersepeda pagi-pagi dari wilayah Gamping menuju Nol KM Jogja untuk bekerja membersihkan kantor selama 10 jam dan kembali berkumpul bersama keluarga ketika matahari terbenam hampir setiap hari tentulah menjadi rutinitas yang amat berat.

Penghasilannya per bulan tidaklah besar. Setiap bulan Kliwon hanya memperoleh uang dibawah Rp 500.000 dari pekerjaan membersihkan kantor. Tidak ada pilihan lain untuk menjalani profesi tersebut karena kendala keterampilan dan pendidikan yang minim. Beruntung tidak ada tuntutan kesempurnaan fisik untuk menjalani pekerjaan tersebut di kantor saya. Kliwon lebih banyak ditugaskan di luar ruangan seperti taman dan lapangan upacara serta tidak diwajibkan menjalani pekerjaan berat seperti mengangkut barang. Terkadang karyawan di kantor saya banyak yang meminta bantuannya untuk sekadar membeli makan siang, dengan sukarela Kliwon menyanggupinya. Sifatnya yang ramah, jujur dan membantu tanpa pamrih membuatnya disegani banyak orang.

—oleh Alle